Visi Dan Goal

thoughts

290 

2025-03-03 05:52 +0700


qualitas tidak bisa di ukur dan kuantitas bisa. contoh:

  • aku mau memperbaiki indonesia.
  • aku mau menjadi manusia yang baik kedua hal tersebut tidak bisa diukur. lalu coba kita lihat contoh kuantitas
  • kita akan memperbaiki ekonomi fiskal kita sebesar 5% tahun ini
  • aku membantu orang miskin dengan bersedekah semampunya kedua hal tersebut bisa diukur dalam artian 5% bisa diukur, dan saat bersedekah semampunya bisa diukur berapanya lalu apa hubungannya dengan visi dan goal?

visi itu in a sense bisa diukur tapi agak ngawang (mimpi), kalau dari contoh sebelumnya qualitas masih ngawang sehingga tidak bisa di jadikan visi atau goal. lain halnya dengan kualitas, kuantitas bisa diukur. Tapi untuk kuantitas menjadi visi itu adalah harapan atau hope untuk kedepannya yang artinya ada unsur ngawang tapi bisa diukur. Kenapa bisa? karena visi adalah hal yang dituju

[!quote] visi itu orang yang bisa melihat kedepan

lalu apa itu goal? goal adalah step yang bisa di breakdown untuk mencapai tujuan tersebut (visi/mimpi)

agak oot tapi untuk suatu visi bisa tercapai harus diusahakan sebaik mungkin. contoh:

  • saya mau turun berat badan 20kg dalam 2 bulan lalu dia melakukan breakdown apa yang harus dilakukan, jadwal dan pola latihan apa yang mau dilakukan. lalu barulah bisa diukur apakah tercapai atau tidaknya.

namun apa yang terjadi kalau belum tercapai? tidak tercapai bukan berarti tidak sukses, contoh:

  • sudah melakukan latihan sesuai jadwal dan latihan dimaksimalkan namun hanya turun 10kg. ini termasuk sukses. namun kalau misalnya dia latihan seadanya, tidak memplanning dan menjadwalkan, tidak memaksimalkannya tapi bisa turun itu termasuk gagal. namun ada kasus orang yang seadanya tapi berhasil mencapai angka yang sama dengan yang berusaha atau malah lebih banyak, turun 20kg. namun hasil tersebut karena dia sakit, apakah bisa dikatakan sukses walaupun mimpi/target dia tercapai? sepertinya tidak bisa dikatakan sukses